Senin, 30 Desember 2013

FANFICTION: (Kitty-Ryder) Impression

"You know you're a bitch, right?"
"Well, I'm single." kataku lalu berbalik dan pergi.
Semenjak itulah aku benci dia. Aku benci Ryder Lynn. Bukan karena dia mengatakan kalau aku jalang tapi karena dia mengatakan itu untuk melindungi Marley.
Ugh, kenapa sih harus Marley? Dia itu lemah sekali. Lihat saja dia selalu menangis dan terlihat rapuh di depan orang-orang. Dia kira dia bisa terlihat manis dengan melakukan itu?
Dan aku tambahkan, dia mengidap bulimia.
Aku bukannya ingin menjadi rasis atau apa, tapi, halo? Kenapa kau selalu menjadikan hidupmu penuh dengan kesengsaraan? Itu menyebalkan.
Dan lagi, dia membuatku dibuang oleh Jake. Demi dirinya. Kitty Wilde tidak pernah dibuang begitu saja oleh seseorangpun. Setiap laki-laki menginginkannya dan setiap perempuan di sekolah ingin menjadi dirinya.
Aku sempurna. Dan harus selalu begitu. Lalu, Jake membuangku demi Marley. Yang berarti, ada seseorang yang lebih sempurna daripada aku.
"Kitty!" panggil seseorang. Aku menoleh. Ryder Lynn.
"Apa? Kau mau bilang kalau aku jalang lagi? Too much information. Aku juga sudah tahu."
"No, I know that was rude."
"So?"
"Aku hanya ingin minta maaf, okay? Aku disuruh Marley melakukan ini."
"Oh begitu, kupikir jaman perbudakan sudah tidak ada di 2013?" tanyaku. Dia hanya tertawa.
“You’re funny.”
“I’m wasn’t joking.” kataku.
“Lho, kau masih marah? Aku kan sudah minta maaf,”
“No, I’m not. Mungkin kau benar. Aku hanya seorang jalang yang jahat. Dan kau tahu? At least, aku sesempurna bunga daisy yang bermekaran di depan rumahmu walau sekarang bukan musim semi.” jawabku membuat Ryder mengerutkan keningnya dan akupun berbalik pergi.
**
Finn memasangkanku dengan Ryder untuk tugas duet kali ini. Bagus.
Dan ketika aku mengatakan bagus barusan, itu hanya sarkasme, for your information.
Jadi dia datang ke lokerku pagi ini dan memaksaku untuk bisa bekerja sama dengannya.
“Jadi aku pikir aku bisa membuatmu bekerja sama denganmu dengan berbicara seperti ini.” katanya.
Aku menggeleng, “Uh, no. Lupakan saja. Kupikir kita bisa bertukar pasangan, kau tahu? Kau bisa berduet dengan Marley, aku bisa memaksa Finn untuk melakukannya,”
“Tapi tugas ini kan untuk.........” katanya terputus.
“...uh, no. It’s not gonna happen.” kataku lalu membanting pintu lokerku.
“Kau tahu? Memisahkan Marley dan Jake tidak akan membuat Jake kembali padamu,” kata Ryder.
“Haha, Marley pun juga tak akan kembali padamu,”
“Jadi, tak akan ada gunanya kau memisahkan mereka berdua. Walaupun mereka putus, mereka akan tetap kembali pada akhirnya.”
“Yah, katakan itu juga pada dirimu.”
“Kukira seseorang sepertimu tidak akan mengejar womanizer sekolah. Kupikir kau tidak bisa menyukai seseorang, malah.” ucap Ryder defensif.
Dan aku tidak bisa mengatakan kalau itu menyinggung. Aku adalah Ratu Semesta setelah Quinn Fabray, dan aku kuat bertameng pada lidah tajamku.
“Ha-ha, kupikir aku sudah mengatakan bahwa aku orang yang jahat dan selalu mendapatkan yang kuinginkan?” kataku.
“Dan kupikir juga aku sudah mengatakan kalau tidak ada gunanya memisahkan Jake dan Marley?”
“It’s not yor business, you know.”
“Itu juga bukan urusanmu kan?” tanyanya lagi.
Tuhan, kenapa dia bisa memutar fakta yang kuucapkan? Kenapa dia bisa membuatku lemah begini?
“So, ini caramu untuk memaksaku berduet denganmu?” tanyaku.
“Bukan, aku tidak memaksamu, aku kan mengajakmu. Kau saja yang daritadi menyangkal.” jawabnya lalu tersenyum.
Oh, aku pasti akan menyesali ini.
“Baiklah, terserah kau saja.” ucapku menyetujui ajakannya.
"Nah, harusnya kau menerima daritadi." katanya santai dan tersenyum.
"Kau tahu? Aku ada pertanyaan untukmu. Kenapa kau bahkan mau bicara denganku dan kenapa kau selalu tersenyum seperti itu?"
"Karena kau temanku. Di glee kita berteman 'kan? Dan aku memang santai begini." jawabnya.
Aku diam saja.
***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar