Rabu, 24 Juli 2013

#FF2in1: Jari Kelingking

"Fariiiiied!!!!!!" panggilku ketika aku ke kelasnya.
"Apa?" dia menghampiriku. Aku tersenyum-senyum manis. "Kamu mau apa, Ra?"
"Lho kan aku belum bilang apa-apa," kataku polos.
"Senyummu itu mengatakan kalau kamu ingin sesuatu."
"Hehe, you know me so well deh, Ried."
"Ya udah apaan?" tanyanya.
"Kamu ikut eskul Pramuka yuk! Anggota cowok kurang nih! Ya?" pintaku sambil cengengesan saja. Dia menghela nafas panjang.
"Aku sudah jadi pengurus OSIS atas ajakanmu dan kamu mengajakku buat ikut Pramuka juga? Aku capek, Ra."

"Oh, ayolaaah, kan dari dulu juga kamu juga tertarik Pramuka juga kan? Ayolaah, Ried" pintaku dengan sok imut.
"Apaan,sukanya nih ngajak orang ke kegiatan kesukaannya," ucap Faried.
"Yaiyalah! Kan kamu juga suka Pramuka?" kataku sambil menggodanya. "Lagi pula di Pramuka aku hanya anak baru, jadi aku sendirian."
"Terus? Ngajak aku emang ada gunanya?"
"Adalah! Kamu kan sahabatku!" jawabku lalu meninju lengannya. "Mau ya?"
"Oke deh, aku ikut." kata Faried mengiyakan.
"SERIUS? Yeaaaay Faried ganteng banget deh nanti kalau pake seragam pramuka lengkap!"
"Iya-iyaaa" katanya lalu hampir berbalik pergi.
"Weits! Janji jari kelingking dulu dong!" kataku lalu menodongkan jari kelingkingku.
"Ngapain sih...." katanya mulai lelah menghadapi sahabatnya yang satu ini.
"Udahlah janji kelingking aja dulu," kataku lalu mengaitkan jari kelingkingku dan jari kelingkingnya. "Hei, kamu tahu? Kalau seseorang mengingkari janji jari kelingking, jari kelingkingnya hari dipotong lho." kataku menakut-nakuti.
"Pemaksaan kan," katanya lalu menghela napas panjang.
***
From: Faried
Zahra, maaf ya aku nggak jadi ikut pramuka.

To: Faried
Lho kok gitu? Aku kan sendirian, Ried. Ayolaaah:(
Kamu juga sudah berjanji kelingking! Kelingking!

From: Faried
Ya maaf

To: Faried
Ya sudah, kalau kau ingin kumaafkan, potong dulu jari kelingkingmu.

From: Faried
Hah?

To: Faried
Aku kan sudah bilang kalau kamu ingkari janji itu, potong jari kelingkingmu :p

From: Faried
Oke! Kalau begitu nanti aku ke rumahmu dan bawa jariku yang kupotong! :p

To: Faried
Oke kutunggu! Wek :p

Lalu aku membanting handphoneku ke kasur.
Ugh, Faried menyebalkan. Dia selalu ingkar janji! Aku tidak peduli kalau dia akan memotong jarinya atau tidak, pokoknya aku tidak akan bicara padanya di sekolah nanti!

Dan tiba-tiba saja, pintu rumahku terketuk, dan ketika kubuka, kalian bisa tebak siapa. Faried.

"Cepat sekali." kataku singkat. Dan dia hanya menyodorkan saputangan dengan bercak-bercak warna merah. Aku cukup kaget juga. Toh Faried tidak akan sebodoh itu hingga dia memotong jarinya.
"Ini apa?" tanyaku.
"Buka saja," jawabnya cepat. Dan dia menyembunyikan tangannya. Jangan-jangan.......

Aku membuka saputangan itu, ternyata itu hanya gumpalan kapas yang diberi cat merah. Aku mendongak dan menatap Faried.
"Ini maksudnya apa?"
"Aduh, Zahra, kamu itu kok lemot sekali." katanya.
"Kamu nggak motong jari kamu kan?" tanyaku lalu meraih jarinya. Kelingkingnya utuh. Utuh dua-duanya.
"SIAL KAU, RIED. KAMU BOHONG YA?" teriakku. Dia hanya tertawa puas.
"Lha aku bosan di rumah, ya sudah aku mengusilimu saja. Hehe."
"KAMU MEMBUATKU HAMPIR SERANGAN JANTUNG GARA-GARA KAU BOSAN DI RUMAH?!"
Dia hanya cengengesan. Kalian tahu? Hasrat menyikutnya pun jadi meningkat.
"Halo, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian dan aku memang tertarik pramuka." ucapnya sambil terkekeh.
"Tapi tetap saja kan!!!!!" kataku lalu menyikut rusuknya sampai dia meringis kesakitan.
Kenny G - The Promise

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar