Rabu, 10 Juli 2013

#FF2in1: Fallen

"Sher, please, maafin aku." kata Adam lagi.
"Uh, aku mau diam saja, aku takut salah bicara." kataku pelan lalu beranjak pergi.
"Please, Sher, jangan biarkan aku digantung sama permintaan maafmu," kata Adam.
"Niatku bukan begitu, maksudku, aku mau tenang dulu...." ujarku sambil menahan keluarnya air mataku.
"Maaf, Sher. Aku memang menyayangimu, tapi..." ucap Adam terputus.
"Cukup, Dam. Aku tahu, kamu menjelaskannya barusan. Kamu masih sayang Nadira 'kan?" selaku lalu menutup mukaku dengan kedua tanganku.
"Aku bukannya ingin menjadikanmu pelarian, Sher. Aku hanya..." Adam pun tak bisa melanjutkan kata-katanya.

Jadi semua ini maksudnya apa? Ugh, this is pointless.

"Aku menyayangimu. Kau tahu 'kan?" kataku. "Walaupun selama ini hubungan kita tak berlabel, kau tahu 'kan selama ini aku tulus menyayangimu?"
"Maaf telah membuatmu terluka, Sher. Aku sungguh menyesal. Tapi cinta juga tidak harus memiliki kan?" kata Adam lagi.
"Tapi salahkah aku ingin memiliki orang yang kusayangi, Dam?" tanyaku getir.
Adam terdiam.
"Dan, kau tau aku menyayangimu kan? Dan aku akan terus begitu," kataku.
Adam mengangguk. "Kau tahu kalau kau akan selalu menjadi yang pertama bagiku?"
"You know, If you love two people at the same time, pick the second one. If you've truly loved the the first one you wouldn't have fallen for the second one." kataku.
"This is pointless, Dam." ucapku pelan, lalu pergi.

Cinta Dua Hati - Afgan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar