Rabu, 10 Juli 2013

#FF2in1: Torn

"Ugh, there yo go again talking cinematic." ujarku.

"Maksudnya?" tanya Aldi. Aku diam saja. "Kamu ini kenapa sih, Bel?"

"Oh, lihatlah. Kamu seperti peduli." kataku sinis.

"Kamu itu ngomong apa?" tanyanya dengan nada frustasi. Aku tahu dia hanya pura-pura. Kenapa selama ini aku bisa dibohongi seperti itu?

"Oke, truth time. Maksudnya semua ini itu apa sih, Di? Kemarin saja kamu bilang kalau kamu bakalan sayang akulah, apalah, jadi bohong semua itu?" kataku.
Aldi hanya diam saja.

"Sekarang apa? Kamu mau diam lagi? Kamu mau diamkan aku lagi seperti aku memperjuangkan kamu dulu?" tanyaku.

"Bella, kamu itu ngomong apa sih?"

"Kamu kira aku nggak tahu kalau kamu nggak pernah sayang aku, atau bahkan selingkuhanmu?" tanyaku dengan sarkasme tertahan. "Aku tahu kok kalau kamu punya selingkuhan. Aku sudah tahu."
Dan, Aldi pun sudah sepucat kapas untuk bahkan menjawabku.

"Jadi? Kamu mau apa? Mau putus?" cetusnya tiba-tiba.

"Ugh. Kamu kira?!" kataku.
"Oke, kita putus. Selesai kan?" katanya singkat.

"Oh oke! Dan hei, kamu tahu? Ternyata masih banyak hal yang belum kuucapkan padamu. Aku lelah selama ini mengucapkan hal yang untuk menyenangkanmu saja hanya untuk mempertahankan kita, aku bosan dengan caramu membanding-bandingkanku dengan gadis lain yang terbukti adalah selingkuhanmu, dan aku bosan mengetahui bahwa semua hal yang kau katakan tentang kau menyayangiku atau apalah itu, adalah palsu!" kataku kesal.
"Dan kau tahu? Dari awal, I knew you were trouble when you walked in dan aku menyesal karena tetap mempertahankanmu."
Lalu aku pergi dari tempat itu sebelum aku ingin mematahkan badannya jadi dua bagian sama rata.

I Knew You Were Trouble - Taylor Swift

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar