Rabu, 17 Juli 2013

#FF2in1: Falling to Pieces

"Menurutku, harusnya kamu bilang ke Rasyid deh, Na," kata Farah.
"Bilang apa?"
"Kalau kamu sayang sama dia selama ini."
"Nggak ah,  kalau misalnya dia ngga sayang aku juga bagaimana?" tanyaku.
"Lena, kamu mau berpisah dengannya tanpa tahu kepastiannya ketika kelulusan nanti?"
Dan seketika, aku langsung diam.
***
Oh, harusnya aku sadar kalau ini ide buruk. Maksudku, aku kan bisa saja mengatakan hal ini ketika ada reuni sekolah atau apa. Bahkan aku bisa mengatakannya sambil tertawa dan dia akan tertawa juga. Atau mungkin ada cara lain atau apa...

"Hei, Syid. Si Lena mau ngomong tuh sama kamu!" panggil Farah. Rasyid lalu menoleh dan menghampiri kami.
Lalu, Farah meninggalkan kami.
"Aku juga daritadi nyariin kamu, hehe." ujarnya sambil tersenyum.
"Oh iya?" kataku sambil menunduk padahal aku sudah melayang setinggi langit. "Oh iya, Syid. Aku mau ngomong. Aku say.."
"Na, Aku tadi sudah nembak si Fanny terus dia nerima aku! Kita udah pacaran, Na!" potong Rasyid.
Deg.
"Oh, tadi kamu mau ngomong apa?" tanya Rasyid.
"Uh.. Enggak, aku mau ngomong, semoga pas ujian nanti nilaimu memuaskan ya!" kataku lalu berbalik dan pergi sebelum hatiku remuk dan menangis seperti bayi.

Vidi A - Pupus/Kasih Tak Sampai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar