Kamis, 06 Juni 2013

#FlashFiction: I Love It.

Hai, readers! Nexia tiba-tiba ada inspirasi menulis. Padahal ini H-4 UKK. Dan inspirasi dari Flash Fiction ini adalah lagu I Love Itnya Icona Pop (dan sedikit inspirasi dari lagu Moving On dari Paramore). Tapi aku lebih sering ndengerin versi glee sih. Enjoy!

***

Sejak tadi, Nadia menatapku saja ketika aku mulai membersihkan kamarku. Dia selalu menatapku begitu kalau aku punya kesalahan fatal. Apa salahnya jika aku membersihkan kamar?

"Oke Nad, sejak tadi, kamu menatapku terus. Apa salahku? Aku hanya membersihkan kamarku." kataku.
"Itu hal yang bagus jika kamu membersihkan kamar. Tapi kan kamu juga nggak perlu membuang semua barang yang berhubungan dengan Dion." jawabnya.

"Lah? Aku sudah nggak ada hubungan sama dia. Jadi wajar dong kalau aku melakukan ini?" kataku lalu melempar semua fotoku dengan Dion dalam satu kardus.
"Kamu mutusin dia juga nggak jelas. Malah bikin sakit hati dia aja. Kamu nggak kasihan apa sama dia?" 

"Nggak." jawabku pendek. Lalu aku memasukan semua tiket nonton film bioskop yang dulu kutonton bersamanya di dalam kardus yang sama. "Dia nggak tau apa-bahkan sebelum pacaran-dia udah bikin aku sakit hati? Dia sudah membuatku menunggu. Lalu, ketika pacaran, di tengah jalan, aku mati rasa. Egoisnya dia juga tinggi banget. Gengsinya itu lho. Duh, cowok kok gengsian."

"Lah? La terus dulu ngapain diterima coba?" tanya Nadia.
"Kamu mau jawaban jujur apa jawaban aman?" tanyaku balik.
Nadia menimpukku dengan bantal, "Jujurlah!"

"La aku pengin nyoba pacaran. Aku kan ngga pernah pacaran. Liat deh, temen-temen satu geng udah pada pacaran. Termasuk kamu." jawabku pada Nadia sambil membuang boneka yang pernah diberikan Dion padaku di kardus itu juga.
"Ish, jahat banget. Padahal dulu pas kamu naksir dia itu kamu sampai mati-matian ngejar."
"Biarin. Itu aku yang dulu kali. Dan dulu, cuma aku yang berusaha untuk mempertahankan semua omong kosong ini. Lagi pula, pas aku ngelihat dia bareng cewek lain, aku ngerasa biasa aja. I could be angry. But, he's not worth to fight juga." jelasku.
"So, ini endingnya? Kamu mutusin dia dari Direct Message?" kata Nadia.
"Yap, ini endingnya. Besides, I'm moving on."
"Move on ke?"
"Hidupku. Aku move on njalanin hidupku. Rasanya bebas." kataku lagi lalu menyalakan lagu dari tapeku keras-keras. I Love It by Icona Pop.

"Eh, Nad, Enaknya kardus ini kubuang atau kubakar?" tanyaku. Kuangkat kardus itu. Lumayan berat.
"Kamu gila apa mau ngebakar sebanyak itu." katanya. "Masukin tas kresek yang besar, terus buang."
"Oke sip." kataku.
Kumasukan kardus itu dalam tas kresek besar.
"Kamu yakin mau melakukan ini?" tanya Nadia.
"Yakin. I don't care. I love it." 
 Lalu kubuang ke tempat sampah. Selesai.
I Love It - Icona Pop
***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar